Hai Anak Muda! Kisah Pilu Ini Membuatmu Tak Lagi Meremehkan Orang Tuamu

Disaat orang tua kita telah tua renta dan terus berusaha membahagiakan keluarganya, terkhusus untuk anak-anaknya. Tapi ternyata, kita malah mengacuhkannya dan terlihat meremehkan pekerjaannya (orang tua). Sungguh! Bukan itu yang diinginkan orang tua kita. Mereka ingin kita menjadi anak yang baik dan yang mampu memberikan senyuman pada mereka.
Hai Anak Muda! Kisah Pilu Ini Membuatmu Tak Lagi Meremehkan Orang Tuamu
Foto via: bberita.com
Seperti bapak penjual tebu ini, disaat dia harus berjuang sendirian dan disaat itu pula dagangannya tak laku, dia menangis. Menangis karena dia berfikir, apakah esok hari, dia bisa mengisi perut anak-anaknya? Apakah esok dia mampu memberi uang jajan pada anak-anaknya untuk bersekolah. Pertanyaan itulah yang wajib kita jawab!

Kisah bapak penjual tebu ini seyogyanya menjadi bahan pertimbangan kamu agar tak menyia-nyiakan masa depan. Karena seburuk apapun pekerjaan orang tua kita, dia tetap orang tua kita yang perlu disayangi. Di dunia ini, tak ada mantan orang tua, kalau mantan pacar itu ada.

Inilah yang harus diketahui anak-anak seperti kita. Tak hanya berpacaran, tapi bisa membahagiakan orang tua itulah yang dia inginkan. Walaupun kita tak punya pacar, tetap saja kita masih punya orang tua yang selalu menyayangi kita tanpa alasan apapun. Inilah orang tua.

Inilah orang tua. Kasih sayangnya tak bisa ditukar dengan apapun. Dan untuk anak-anaknya, jangan lupakan perjuangannya membesarkan kita mulai dari kecil sampai sedewasa ini. Jadilah anak yang bisa membahagiakan orang tua, bukan memberinya tambah beban dengan pacaran yang sudah tak wajar lagi.

Baca Juga :