Pacaran itu Halal, Siapa Bilang Haram!

Mencintai dan dicintai adalah sebuah kebutuhan primer bagi semua manusia. Mencintai Tuhan, Mencintai Manusia, Mencintai Alam, Pria mencintai wanita, anak mencintai orang tua, guru mencintai muridnya, dan cinta pada sesama. Itulah keluasan makna cinta. 

Jika dilihat, saat ini, kaum remaja tengah membicarakan masalah pacaran. "Apakah pacaran itu halal/haram?", "Apakah ta'aruf lebih baik daripada pacaran", "Daripada pacaran, lebih baik ta'arufan". Kira-kira pertanyaannya begitu. 
Pacaran itu Halal, Siapa Bilang Haram!
Foto via: coolpcwallpapers.com
Pacaran adalah masa dimana mengenal lebih jauh tentang lawan jenis. Sama sepertihalnya ta'aruf. Jika ta'aruf berasal dari bahasa Arab "ta'arafa" artinya mengenal. Sama saja dengan pacaran. Bedanya, kalau ta'aruf itu dari bahasa Arab, pacaran dari Indonesia. 

Anggapan kebanyakan orang Indonesia, bahwa yang menggunakan bahasa Arab terkesan lebih syari'ah. Seperti Bank Konvensional yang berubah menjadi Bank Syari'ah, padahal sama saja, mengambil untung sebanyak-banyaknya. Hanya berlabel "syari'ah", itu saja!

Sebenarnya pacaran itu halal, sama seperti ta'aruf. Haramnya itu jika pacaran/ta'aruf digunakan untuk meghalalkan berbuat hal negatif sebelum disahkan oleh Agama dan Negara; menikah. Semua agama manapun membenarkannya. Bukan hanya Islam.

Jika ditelisik lebih mendalam, kita itu terlalu sering "latah" dengan apapun yang dianggap baru. Mengira yang baru lebih baik, mengira yang baru pasti lebih berguna dan sebagainya. Padahal sama saja! Mau pacaran atau ta'arufan, yang penting tak melanggar ketentuan berhubungan.

Seperti contoh, jika kita adalah seorang pelajar dan masih menerima uang dari orang tua. Kemudian uang itu kita gunakan untuk berpacaran, maka hukumnya tidak boleh. Bisa juga haram karena termasuk "Dholimatul Amanatul Aulad," artinya, mengabaikan amanah orang tua. Maksudnya, kita diberikan uang untuk membeli buku, tapi malah kita buat bersenang-senang dengan pacar. Ini yang tidak boleh!

Kembali lagi ke masalah, jika kita hanya tertuju pada kata lahiriyah semata (pacaran/ta'aruf), maka kita tak akan pernah menemukan kebenaran sejati. Sejatinya, pacaran itu hanya untuk mengenal lebih dekat tanpa mempermainkan perasaan.


"Jika benar pacaran adalah bagian dari cinta, maka mencintai adalah hal paling indah untuk dijalani. Cintailah pasanganmu layaknya mutiara di dalam lautan terdalam."


Baca juga: Berhentilah Pacaran dan Kembalilang Berjuang.

Baca Juga :