Pacar itu Sepeti Pulpen, Kalau Tak Hilang Ya Diambil Teman

Pernah mendengar ungkapan nakal, "pacar itu seperti pulpen, kalau tak hilang ya diambil teman." Ungkapan kalimat ini sudah kental dalam benak para anak remaja yang sudah terbiasa pacaran. Menurut mereka, mempunyai pacar itu di ibaratkan memiliki "Pulpen." Dan biasanya, pulpen itu sering hilang, atau bisa juga diambil teman.

Misalnya, kamu punya pacar. Kemudian pacar kamu itu cakepnya luar biasa. Kalau teman kamu sering jalan bareng bersama kamu dan pacar kamu, bisa jadi dia juga menyukainya. Kenapa dia bisa menyukai pacar kamu? Tentu karena dia melihat kemesraan kamu bersamanya dan membuat dia iri pada kamu.
Pacar itu Sepeti Pulpen, Kalau Tak Hilang Ya Diambil Teman
Foto via: pixgood.com
Maka, dengan sendirinya, teman kamu itu ingin sekali menjadi kamu yang mempunyai pacar cakep itu. Dia merasa bahwa dengan memiliki pacar seperti pacar kamu, berarti dia bisa bahagia. Apalagi teman kamu itu jomblo.

Bahayanya, jika teman kamu itu terbiasa berkomunikasi sama pacar kamu, bisa jadi dia ingin membuat pacar kamu itu jatuh cinta padanya. Apalagi jika kamu sedang marahan, teman kamu akan dijadikan objek yang berguna bagi pacar kamu. Pacar kamu ingin membagi kesedihannya pada temanmu, lalu teman kamu itu akan membuat kesedihannya menjadi kebahagiaan.

Setelah itu, pacar kamu akan merasa bergantung pada temanmu karena dia bisa menyelesaikan masalah daripada kamu. Pacar kamu juga beranggapan jika teman kamu lebih bisa menghargai perasaannya daripada kamu sendiri. 

Inilah awal rasa suka itu berada. Jika dibiarkan terus-menerus terjadi, jika kamu membiarkan teman kamu menasehati pacar kamu selalu, maka bersiaplah untuk sakit hati, karena "Pacar itu seperti pulpen, kalau tak hilang ya diambil teman."


Baca Juga :