Menikahlah! Urusan Rizki Tuhan Maha Mencukupi

Menikah bukan masalah mudah untuk dilakukan. Persiapan mencari calon, meneliti calon, kemudian meminangnya sebagai pasangan hidup kita. Itulah cara-cara mencari pasangan hidup yang benar. Tidak seperti pacaran, menikah jelas lebih dalam maknanya. Makna yang terkandung pun tidak serta merta merupakan kesenangan batiniyah semata, tetapi makna lahiriyah juga wajib dipenuhi.

Jika sampai saat ini, kamu belum juga memutuskan untuk menyudahi masa lajang; menikah. Alangkah baiknya berpuasa dari hal-hal yang bernilai negatif dulu, agar nantinya diberikan jodoh yang baik seperti kamu yang baik. Jika saat ini kamu buruk, bisa jadi pasangan kamu akan buruk pula.
Menikahlah! Urusan Rizki Tuhan Maha Mencukupi
Foto via: flickr.com
Menikah itu hukumnya ada 5, wajib, sunnah, mubah, makruh dan haram. Bisa dikatakan wajib karena sudah siap secara lahir dan batin, baik segi umur maupun kesiapan mental. Sedangkan dikatakan haram karena belum siap lahir dan batinnya, bahkan untuk menghidupi dirinya sendiri saja masih sulit.

Kalau kamu sudah dihukumi wajib dan sunnah, maka segeralah untuk menikah. Jangan tunda-tunda lagi, karena menikah termasuk pekerjaan yang harus segera dilaksanakan. Jika kamu masih takut soal rizki, Tuhan Maha Mencukupi. Kamu mau minta berapa, Tuhan punya. Kamu minta rumah, Tuhan punya. Hanya tinggal kamu nya saja, mau berusaha dan berdo'a tidak? Jika kamu hanya mengandalkan usahamu, kamu termasuk meniadakan Tuhanmu. Karena semua yang ada di dunia ini adalah miliknya. Maka, wajib bagimu untuk menyembahnya lebih dahulu.

Sekali lagi, kamu hanya diwajibkan berusaha adn berdo'a semaksimal mungkin untuk mencari rizki-rizki yang ada di bumi ini. Bumi ini kepunyaan Tuhanmu, maka kamu tak akan pernah kelaparan, karena janji Tuhan kepada setiap manusia tak pernah ingkar janji. Hanya manusia sajalah yang selalu mengingkari janjinya pada Tuhannya. Segeralah Menikah!

Intinya, jika kamu mau memperbaiki kehidupanmu, maka perbaikilah hubunganmu pada Tuhanmu. Jika kamu ingin mencari dunia, maka carilah yang memiliki dunia itu; Tuhan.


Baca Juga :