Dear Mantan

Dear Mantan,

Terima kasih ku ucapkan atas semua kebahagiaan yang pernah kau berikan padaku. Terima kasih juga ku haturkan atas semua kesedihan yang pernah engkau berikan padaku. Dua hal itu, akan selalu aku kenang sampai waktu tak menentu. Sampai tangan Tuhan benar-benar mempertemukan kita untuk yang kedua kali.

Dahulu, waktu pertama kali mengenalmu, engkau terlihat tak begitu menarik perhatianku. Kau hanya seperti orang kebanyakan, mencari cara agar bisa mendekatiku. Tetapi, selang beberapa hari aku mencoba melihatmu lebih dalam lagi, aku menemukan engkau dalam keadaan suci mencintaiku. Hingga akhirnya, aku mengijinkanmu untuk masuk ke dalam hatiku.
Dear Mantan
Sumber foto: needpaperhelp.com
Sejak saat itu, engkau membuatku tertawa bahagia, engkau membuatku menangis tersedu, dan karena engkau juga, aku mempunyai banyak sekali pengalaman hidup. Aku berada saat ini, menikmati hidup ini bersama kebahagiaan dan kesedihan atas perhatianmu padaku, tempo dulu.

Aku kira, kita akan bersama-sama sampai akhir masa, sampai tua memisahkan kita. Namun, setelah engkau menyatakan untuk berpisah denganku, aku mulai menyadari, bahwa takdir berkata lain. Walaupun aku sadar, cinta tak bisa dipaksa. Tapi hati ini rapuh, aku menangis sejadi-jadinya, tapi tak akan ku perlihatkan kepada siapapun, kecuali hanya padamu.

Semua kesedihanku itu tak butuh lama bersemayam di hidupku. Aku mencoba bangkit dari keterpurukan, namun masih tetap gagal. Aku mencoba tegar, masih tetap saja gagal melupakanmu. Dan hingga pada akhirnya, aku memilih untuk mencari penggantimu, tetapi apa yang aku temukan? Aku sama sekali belum bisa menggantikan sosokmu dengan orang lain.

Jika saat ini engkau masih ada rasa untukku, berdirilah disampingku. Tunjukkan pada dunia jika kita akan mencinta sampai tutup usia. Aku ingin kita bersama-sama lagi seperti waktu itu. Bercanda bersama, bersedih bersama, tertawa bersama sampai hayat memisahkan kita. 

Di sini, aku masih tetap berdo'a, agar Tuhan mempertemukan kita lagi di hari kemudian, di atas janji suci. Dan untuk saat ini, aku ingin menjadi pribadi indah, sebelum bertemu denganmu yang lebih menjadi indah dari sebelumnya. Mari kita perbaiki diri kita, sebelum Tuhan benar-benar mempertemukan kita lagi.


Baca juga: Jodohmu Terserah Padamu, Jika Kamu Baik Maka Baik Pula Jodohmu.

Baca Juga :