Berhentilah Pacaran dan Kembalilah Berjuang

Mungkin sebagian orang akan mengatakan kalau berpacaran adalah hal untuk saling berbagi kebahagian dan kesedihan. Namun, saya tidak. Saya lebih memilih untuk berhenti dari acara pacaran dan kembali berjuang untuk masa depan. Pikirku, jika masa mudah hanya untuk pacaran, bersenang-senang, bersenda gurau, maka tak akan ada kebahagiaan di masa depan.

Ibaratkan bunga yang akan mekar. Bunga itu akan mekar manakala tidak ada hama yang memetiknya; rontok. Begitu juga saya, saya lebih memilih sendiri dulu untuk memperbaiki segala perilaku dan tindak tanduk. Merawat semua yang dipunya sebelum menjadi halal bagi jodoh saya. 

Hari ini, saya memutuskan untuk sendiri tanpa pasangan siapapun, termasuk memutuskan pacar saya yang sudah kelewat batas mencintaiku. Itu bukan cinta, melainkan nafsu belaka. Saya sudah tak mau berhubungan dengan seenaknya tanpa peraturan jelas seperti itu.

Apapun yang orang guncingkan terhadap saya, telah menjadikan saya manusia yang sekiranya berguna untuk diri ini, keluarga dan orang yang akan saya sayangi selamanya. Ada beberapa hal yang menjadikan saya lebih baik berhenti pacaran dan kembali berjuang, berikut alasannya:
Berhentilah Pacaran dan Kembalilah Berjuang
Sumber foto: shutterstock.com
1. Masa Depan itu Lebih Nyata daripada Hari Ini Bersuka-suka

Ini adalah langkah awal saya memikirkan semua hal yang ada di perjalanan hidup. Mulai dari melihat orang-orang berpacaran, melihat orang menikah tapi tak bahagia, dan melihat kekisruhan rumah tangga. Saya berfikir, jika suatu saat saya sudah menikah dan terjadi polemik seperti itu, saya akan bingung. Dan hanya dengan menghentikan pacaranlah, saya bisa membuat diri ini menjadi berkembang.


2. Pacaran itu Tak Menyelesaikan Masalah

Saya kemudian berfikir lagi, bahwa pacaran hanya menjadikan keresahan hati. Pacar minta inilah, minta itulah, ngajak jalan-jalanlah. Semua itu terpikirkan oleh saya dan akhirnya saya memutuskan untuk sendiri agar kedepan bisa menuai kebahagiaan.


3. Orang Baik Pasti Untuk Orang Baik Juga

Sampai saat ini, saya masih berpegangan pada, "orang baik pasti untuk orang baik." Inilah yang membuat saya berhenti pacaran. Karena saya yakin, masa pacaran adalah masa menuhankan pacar dan melalaikan Tuhan. Untuk itu, saya membenahi sedini mungkin untuk meraih kenikmatan berumah tangga dengan pasangan.


4. Tak Ingin Kembali Tersakiti

Jika dahulu, saat masih berpacaran, saya sering menganggap bahwa, pacar saya itu akan menjadi jodoh di masa yang akan datang. Ternyata belum tentu benar, buktinya, banyak orang menjalani pacaran, gonta-ganti pasangan dan sampai sekarang belum juga menikah. Inilah yang sungguh menjadikan saya enggan kembali menjalin hubungan pacaran.


5. Tuhan Lebih Tahu daripada Hambanya

Yang pasti, Tuhan selalu paham apa yang diinginkan dan dibutuhkan hambanya. Siapapun kita, apapun pangkat kita, bagaimanapun do'a kita, pasti Tuhan tak akan pernah lalai memberikan yang terbaik untuk kita. Intinya, "La haula waala quwwata illa billahil 'aliyyil 'adzim."


Artikel ini bukan untuk memberhintakan kalian berpacaran, saya hanya memilih untuk berhenti mengumbar janji-janji semu dan kembali lagi berjuang untuk masa yang akan datang. Menjemput calon dengan segenap restu dari Tuhan Semesta Alam.

Baca Juga :