Tunda Menikahmu, Jika Anda Tidak Punya Sikap dan Sifat Seperti Ini

Baik pria atau wanita yang sudah cukup umur menurut Negara dan menurut Agama jika sudah baligh, sudah sepantasnya menikah. Walaupun sampai sekarang belum ada kejelasan pasti batas minimal menikah. Tetapi, rambu-rambu menikah sudah sepantasnya dipikirkan oleh mereka yang sudah siap secara lahir dan batin.

Diciptakannya antara kedua jenis manusia lawan jenis ini untuk beregenerasi dan berkembang biak, agar terciptanya khalifah di bumi ini. Di sini, Spesialis Cinta akan memberikan tanda-tanda anda sudah siap menikah, agar menyegerakan menikah.
Sumber foto: design2talk.com
1. Baligh dan Berakal Sehat

Kesiapan pria atau wanita sejatinya didahului baligh dan berakal sehat. Jika masih belum keduanya, anda dipastikan tidak akan mampu menjalani kehidupan rumah tangga yang sungguh mendebarkan itu. Rasa suka dan senang akan tiba-tiba datang, dan jika anda belum mampu menerkanya, maka perkara rumah tangga itu akan runyam.


2. Dewasa Secara Pemikiran

Memiliki pikiran dewasa tidak memandang umur, banyak pria/wanita sudah berumur tetapi masih belum dewasa secara pemikiran. Karena sikap dan sifatnya yang masih kekank-kanakan mengakibatkan kehidupan keluarga akan runtuh dan membingungkan.


3. Yakin!

Keyakinan hidup sendiri atau berkeluarga sangat diperlukan agar terciptanya rasa semangat menjalani hidup. Karena dalam rumah tangga, kehidupan itu tidak seperti hidup sendiri. Anda harus bisa bersosialisasi dan berbagi pada keluarga, orang tua dan mertua. Yakinlah untuk menata masa depan dengan matang dan bijaksana.


4. Bijaksana dan Berwibawa

Bijaksana menanggapi masalah dan adakalanya berwibawa untuk menjadi diri sendiri, tidak terkait dengan orang lain. Apalagi banyak pikiran-pikiran yang pastinya akan merubah mainsed di dalam rumah tangga. Tetaplah pada pendirian anda yang sudah baik dan benar itu. Jika masih tetap ada persoalan, bijaklah untuk menanggapinya.


5. Sabar dan Ikhlas

Kesabaran ini diwajibkan bagi anda yang sudah selayaknya menikah. Kesabaran dalam ujian dan mengikhlaskan hati untuk tidak memiliki sesuatu, atau di telantarkan oleh suatu hal. Sabar dan ikhlas pasti akan menuai hasil di akhir, karena Tuhan tidak pernah tidur. 

Baca Juga :