Sampai Kapan Kalian Bilang, "Kapan Nikah"

Sampai kapan kalian akan bilang, "kapan nikah?" Apa tidak ada bahasan lain selain itu. Sungguh tega sekali, bukannya mencarikan malah mencibir yang membuat hati ini menangis dalam senyuman pernikahan kalian. Apalagi saat kalian meng-upload foto pernikahan, kami sangat iri. Walapun kami datang untuk memberikan selamat, tetapi betapa hancurnya hati ini, melihat kalian menikah dan kalian bilang, "kapan nyusul nikah", "calonnya kok, nggak dibawa?"

Memang benar, umur 25 sangat rentan sekali dengan pertanyaan itu, apalagi untuk para wanita yang sampai saat ini belum juga memiliki calon pendamping. Tetapi apakah kalian yang bilang, "kapan nikah" itu sadar telah melukai hati ini. Kalian itu sungguh terlalu!
Sumber foto: hdwallpapersimages.com
Kami para jomblo tua berumur 25 sangat ingin seperti kalian, sangat ingin tersenyum lepas selepas-lepasnya. Kami pun sudah berjanji, jikalau nanti sudah ada calon, pasti kami akan segera menikah dan tak ingin seperti kalian yang bilang, "kapan nikah" pada orang lain.

Kami sadar, jika wajah kami tak secantik/setampan kalian yang dengan mudahnya dicari orang-orang. Kami juga sadar, bahwa diri kami memang jauh dari kata sempurna. Tapi sekali lagi, jangan buat kami ini terus menerus galau karena ucapan kalian, "kapan nikah."

Dahulu, saat kalian mengirimkan undangan pernikahan, kami tersenyum dan mendo'akan agar sakinah mawaddah warrahmah, tapi apa yang kalian balikkan pada kami? Hanya pertanyaan suram, "kapan nikah". Iya, kami memaklumi dengan kebahagian kalian, tetapi kalian lupakan kebahagiaan kami.

Apalagi saat nanti kalian memiliki momongan, kemudian dengan bangganya meng-upload si bayi mungil itu ke media sosial dengan menandai kami agar ikut mengkomentari. Kalian tahu?! Selain kami bahagian, kami juga ingin menghapus pertemanan itu. Kalian sungguh tidak tahu hati ini!

Apa kalian lupa dengan pertemanan dahulu, pertemanan untuk selalu bahagia bersama. Ah, kalian memang melupakan itu dan beralih menjadi manusia acuh. Kami merasa tersingkirkan dari kehidupan kalian. Saat kalian sudah berumah tangga, kalian pasti lupa tentang siap yang pernah membuat senyuman di wajah kalian. Kami, iya kami.

Sudahlah! Semua itu cukup menjadi pelajaran bagi kalian dan kami. Untuk kalian, semoga semakin bahagia bersama pasangan, dan untuk kami, kami akan segera menyusul walaupun kalian tidak bilang, "kapan nikah."


Baca Juga :