Revolusi Mental "Jomblo"

Baiklah! Pada malam minggu ini, Spesialis Cinta akan membahas serius tentang si penyandang gelar “Jomblo” yang semakin terjatuh dan tak bisa bangkit lagi bagai butiran debu ini.
Kami mengumpulkan berbagai analisa pikiran terkait “Jomblo karena suatu alasan.” Misalnya, si Jomblo tak mau pacaran karena:
Sumber foto: pinterest.com
1. Dilarang orang tua (ada, tapi langka)

2. Mengejar cita-cita/karir (ada, tapi jarang)

3. Mencari yang terbaik (ada, sedikit)

4. Trauma masa lalu (ada, lumayan)

5. Ingin sendiri (ada, ada saja)

6. Dan kebanyakan di tolak dan di PHP-in (buanyaaak, dan ini nyata!)


Untuk menyikapi alasan-alasan itu, perlu kiranya membentuk suatu program pemberdayaan kaum jomblo agar lebih produktif dalam pengembangan jati dirinya. Meminjam petuah yang digaung-gaungkan oleh Pak Jokowi untuk Indonesia waktu kampanye dulu, yaitu “Revolusi Mental.” 

Ya, revolusi mental jomblo dibentuk untuk merubah karakter pribadi mereka agar lebih menjadi KUAT menahan hinaan, JUJUR dengan kejombloannya, dan ber-ETOS kejar target untuk menyudahi masa jomblo akutnya. 

Tak peduli si Jomblo mau jadi Macan Kampus atau Ganteng-Ganteng Srigala, revolusi mental jomblo harus segera dikumandangkan! Merdeka!!!

Kami juga menginstruksikan kepada semua jajaran terkait, agar segera membentuk “Badan Amil Jomblo” dan “Posko Penanggulangan Penyakit Jomblo.”


1. Badan Amil Jomblo bertugas untuk mengumpulkan semua jomblo-jomblo yang berserakan di jalanan, kemudian dikelola dan ditasyarufkan kepada para penerima (Asnaf) agar bisa bermanfaat.

2. Posko penanggulangan penyakit jomblo bertugas untuk mengobati kesakitan mendalam karena di PHP-in dan di Baper-in oleh orang lain. Begitu juga kepada mereka yang sampai malam minggu ini belum bisa move on dari sang mantan.

Baca Juga :