Belajar Cinta dari Aslima dan Wahyu

Kurangnya fisik memang selalu menjadi suatu problem dalam menjalin hubungan asmara. Terlebih bagi mereka yang selalu merasa kurang atas pemberian Tuhan padanya. Keterbatasan atas apapun memang selalu harus disyukuri, dan hanya orang kuatlah yang mampu menerima semua itu.
Sumber foto: Seputar-jateng.blogspot.com
Spesialis Cinta mencontohkan kehidupan rumah tangga Aslima dan Wahyu yang sampai detik ini masih hidup dengan semangat. Keluh kesah sepertinya tidak pernah nampak dalam perjalanan hidupnya. Lihat saja pasangan itu, mereka tidak hanya berpangku tangan meminta minta pada orang-orang, tetapi membuat sebuah usaha kerajinan dari akar wangi kemudian dijajakkan di daerah Gunung Merapi; bersemayamnya Mbah Maridjan.


Walaupun, Aslima tidak memiliki kaki dan tangan yang kurang sempurna. Wahyu sangat mencintai dan selalu menemaninya di kala susah dan senang. Cinta memang selalu suci, dan hanya kesucian yang bisa melanggengkan cinta itu. Buka harta, tahta dan gemerlapan lainnya.


Saat ini, Aslima dan Wahyu telah diberikan momongan anak dari Tuhan, bernama Norin (3tahun) dan Yesha (2bulan). Kehidupan mereka tampak bahagia sekali atas kehadiran kedua buah hatinya itu, sehingga mereka berdua gigih dalam mencari penghidupan. 


Kurangnya fisik memang sungguh memalukan, tetapi sungguh memalukan lagi jika tidak menerima pemberian Tuhan Yang Maha Bijaksana. Jangan pernah menggerutu atas fisik yang kita terima, tetapi menggerutulah jika kita tak bisa hidup damai di dunia. Hanya mereka yang berjiwa sabar dan ikhlas yang mampu menjalani kehidupan penuh kebohongan ini.

Baca Juga :