Tunda Menikahmu Jika

Menikah bukan perkara mudah untuk dilakukan bagi kebanyakan orang, tentunya hanya bagi pasangan yang sudah menginginkan terjalinnya hubungan resmi. Perlu kemantapan dan kesiapan matang dalam menjalani prosesi sakral secara agama maupun negara ini. Pernikahan atas dasar cinta sudah semestinya menjadi pedoman pasangan, namun hal itu perlu dikembangkan lagi menjadi awal dari berjalannya sikap dewasa.
Tunda Menikahmu Jika
Sumber foto: www.elmina-id.com
Suatu ikatan yang mendasari terbentuknya keluarga harmonis harus meng-adakan Tuhan dan manusia. Sebab, pernikahan bukan permainan anak kecil atau remaja yang sedang dirundung asmara, lebih dari itu. Maka tak ayal jika banyak pasangan pernikahan gugur atau bercerai di tengah jalan, akibat dari perceraian itu tidak lain adalah kemantapan dari calon pengantin. 

Untuk alasan itu, tidak mau bukan, jika pernikahan yang dibangun kandas ditengah jalan atau harus bercerai karena adanya faktor yang mempengaruhinya. Berikut ini, Spesialis Cinta akan memberikan catatan untuk para calon pengantin agar tidak berhenti di tengah jalan.


1. Belum Siap Lahir dan Batin

Kesiapan calon pengantin menuju jenjang pernikahan harus mulai diperlihatkan mulai sekarang, mulai dari menyiapkan lahiriah dan batiniah. Secara lahiriah, mungkin semua orang sudah mumpuni, artinya berumur antara 20-25 tahun. Namun, sikap lahir dan batin secara emosional belum tentu kita temukan, seperti sikap dewasa dan bijak mengambil keputusan. Tentu hal-hal yang tidak diinginkan semacam pertengkaran tidak ingin terjadi bukan? Oleh karena itu, siapkanlah lahir dan batin itu sedini mungkin.


2. Pekerjaan Belum Mapan

Pekerjaan belum mapan memang perlu di pikirkan, melihat kondisi zaman sudah berbeda dari zaman dahulu yang memang apa adanya ketika menikah. Sekarang, para calon dan orang tua akan melihat kondisi kesiapan calon pengantin dalam hal ekonomi. Jika sampai saat ini, kamu belum memiliki pekerjaan, maka segeralah mencari dan menekuninya. Sehingga kamu akan siap saat di tanya, "sekarang bekerja dimana?"


3. Masih Haus Pengalaman

Kawula muda yang tersurvey untuk menunda pernikahan walapun sudah mumpuni soal ekonomi ternyata mempunyai pikiran tersendiri. Mereka lebih ingin memuaskan pengalaman dari pada menikah. Pemuasan hasratnya akan terbayar ketika pengalaman sudah memenuhi otaknya, walaupun mereka diberi masukan untuk segera menikah, mereka tetap akan mengesampingkan ceramah itu, itulah hak asasi yang dipegangnya.


4. Belum Bisa Menerima Kekurangan

Benarkah cinta itu buta? Bagi sebagian orang mungkin mengatakan iya, namun banyak orang mengatakan bahwa cinta itu nyata. Nyata untuk melihat pasangan dan nyata untuk memilih mana yang terbaik untuk diajak berkeluarga. Tentu bagi pasangan yang belum bisa menerima kekurangan akan terkendala menikah sampai dia mampu mengendalikan sifatnya. 


5. Usia Terlalu Muda

Usia muda memang seharusnya menunda untuk menikah, biasanya umur muda akan banyak resiko yang tidak diinginkan, seperti resiko pesikologi, kesehatan dan sosial. Banyak pasangan muda akhirnya harus bercerai karena ketidak siapan membangun rumah tangga. Usia selayaknya menjadi acuan penting untuk melangkah ke jenjang pernikahan tersebut. 


6. Secara Spiritual

Secara spiritual, banyak masyarakat di Indonesia yang kurang terpenuhi. Padahal berkeluarga jika tidak siap secara spiritual hanya akan ada perselisihan dan kegelisahan saat ada masalah. Lihatlah mereka yang sudah mumpuni di bidang spiritual, mereka masih bisa tersenyum saat datang musibah, mereka tetap tegar walaupun ekonomi sedang tidak stabil. Untuk itu, matangkan kepribadian spiritualmu sebelum benar-benar mengucapkan akad pernikahan.

Baca Juga :