Pacaran Adalah Salah Pergaulan

Saat usia remaja sudah baligh, biasanya mereka memiliki semangat juang dan dedikasi tinggi. Tetapi berbeda dengan remaja saat ini, dengan libido tinggi dan pergaulan masa kini, mereka akan lebih menggunakannya kepada hal-hal negatif, pacaran misalnya. Alih-alih atas nama ego yang tidak mau ketinggalan dengan temannya, mereka akan terus mencari sampai didapatkannya pasangan tersebut.

Sumber foto: kaskus.co.id
Saat ini, bukan hanya remaja yang sibuk mencari pasangan, anak kecil pun sudah mengerti pacaran. Tidak tanggung-tanggung, berita baru-baru ini di Jakarta, dua anak SD berpacaran, bergandengan, selfie bareng kemudian diunggah di media sosial, sungguh menyedihkan!


Di atasnya ada anak SMP, mereka ini sudah berani berpelukan, mencari tempat sepi berduaan, bolos sekolah bareng, bahkan sudah berani melakukan tindakan di luar nalar wajar. Lain halnya dengan Anak SMA, mereka seakan-seakan sudah syah sebagai pasangan suami istri, berduaan dalam kamar kos. Di atasnya adalah Mahasiswa, sudah bukan rahasia lagi jika mahasiswa lebih parah pergaulannya ketimbang pelajar di bawahnya itu, sungguh parah!

Sumber foto: ciricara.com
Melihat kondisi mengenaskan itu, sebagian kalangan menilai bahwa, proses pendidikan dan pergaulan semestinya dijadikan panduan dalam membentuk karakter anak, bukan malah sebaliknya. Kalangan tersebut juga menilai Televisi di Indonesia juga menjadi faktor perilaku anak, tepatnya pada acara televisi tertentu yang menampilkan adegan tidak senonoh.


Jika hal ini dibiarkan, bukan hanya remaja yang terkena dampaknya, anak-anak pun ikut merasakannya. Pendidikan moral kepada anak saat usia dini haruslah semakin digalakkan, agar tercipta anak berakhlakul karimah dan membahagiakan kedua orangtua.

Baca Juga :