5 Manfaat Tunangan Sebelum Menikah

Ada sebagian dari masyarakat Indonesia memilih melangsungkan perkawinan tanpa melalui pertunangan. Tetapi ada pula masyarakat yang melalui pertunangan sebelum melanjutkan pernikahan. Pemikiran-pemikiran melangsungkan pernikahan disinyalir karena ada ketakutan oleh para calon pengantin, merasa waktu akan terasa lama dan bisa juga ada hal yang tidak diinginkan terjadi. Ada juga pasangan yang menyegerakan pernikahan karena takut terganggu dengan godaan, seperti godaan syaitan atau manusia yang seperti syaitan melakukan sex sebelum pernikahan.
Sumber foto: mediasemarangonline.com
Pilihan calon pengantin untuk segera menikah memang patut diacungi jempol, karena menyegerakan pernikahan adalah bagian dari sunnah. begitu juga ada manfaat tersendiri bagi mereka yang memperpanjang pertunangan sebelum melangsungkan akad pernikahan. Apa saja manfaat tunangan itu, Spesialis Cinta akan menguraikannya ke dalam 5 manfaat pertunangan sebelum menikah.


1. Menyiapkan Jiwa dan Raga

Pasti semua orang setuju, jika paras ragawi harus selalu di pupuk agar indah untuk dipandang, tak terkecuali hati. Mempersiapkan hati sedini mungkin agar siap melaksanakan upacara sakral bernama pernikahan sangat membutuhkan usaha khusus. Salah satunya dengan selalu berfikir positif, supaya ikhtiar dalam melangsungkan pernikahan tidak serta merta hanya upacara hura-hura saja. Siapkan hati untuk menjemput sang pujaan dan percantik diri agar pujaan semakin menggandrungi.


2. Merencanakan Segalanya

Perencanaan matang untuk menikah sangat pas dilakukan saat masa tunangan, terlebih pada masalah waktu, biaya dan rencana lainnya. Untuk masalah waktu, biasanya orang tua dari kedua mempelai sudah membicarakan di awal, namun masalah ekonomi jangan sampai tertinggal. Menyiapkan seserahan dan prosesi mantenan sangat membutuhkan biaya yang tidak sedikit, maka oleh kedua pasangan mempersiapkan agar tidak ada keributan di saat pernikahan.


3. Memantapkan Komitmen

Komitmen kedua pasangan seharusnya sudah di pupuk mulai pacaran atau perkenalan, tetapi dalam masa tunangan, mereka berdua akan semakin memantapkan hati masing-masing. Terkadang ada perasaan was-was bercampur tidak siap, ada semacam perasaan gundah gulana atau perasaan yang terbersit dari mereka. Akan banyak godaan-godaan, tapi, percayalah, itu hanya perasaan syaitan. Banyak pasangan tertipu dengan perasaan itu, mereka dengan mudah percaya begitu saja tanpa pembenaran fakta. Selalu yakin dan percaya, semua pasti ada hikmahnya.


4. Menggetarkan Hati

Menanti dan terus menanti akad pernikahan yang disaksikan para malaikat serta penghulu menjadi momen paling mengharukan. Bahkan, banyak orang tua yang menangis, begitu juga kedua mempelai. Penantian itu akan sangat menggetarkan hati bagi kedua mempelai yang sudah menunggu masa pertunangan hingga datangnya pernikahan. Ucapan janji sebagai suami dan janji sebagai istri semakin menambah rasa haru di suasana yang sakral itu. Hingga, terasa sulit untuk diucapkan dengan kata-kata, hanyalah butiran air mata yang terus menetes sebagai tanda kebahagiaan.


5. Akhirnya

Akhirnya, penantian yang di tunggu-tunggu membuahkan hasil. Penantian panjang penuh perjuangan itu akan terbayar lunas dan membekas di hati paling dalam saat janji suci disaksikan para malaikat, bukan hanya penghulu. Janji hidup bersama baik suka dan duka, kini siap untuk dijalani, menatap masa depan bersama keluarga tercinta.

Baca Juga :