Galau Presiden dan Galau Anak Muda

Berbicara masalah galau, maka kita akan berbicara masalah keresahan, kebimbangan, kegundahan hati manusia. Siapapun orangnya, apapun gelarnya, apapun pangkatnya, apapun makanannya mereka adalah manusia biasa yang memiliki hati. Tak terkecuali bagi mereka yang mendapatkan banyak tanggung jawab dalam hidup, seperti presiden.
Sumber foto: pksgunungsari.blogspot.com
Posisi presiden sangat rentan terhadap penyakit satu ini, selain berkewajiban mengatur rumah tangga, dia juga diwajibkan mengatur masyarakatnya. Sepetihalnya media-media mengabarkan, banyak sekali polemik kesemrawutan di negara ini, saat Jokowi ingin memecahkan masalah, selalu meminta pertimbangan kepada berbagai pihak, termasuk Tuhannya. Disitulah presiden dengan watak kemanusiaannya.


Sama seperti para anak muda yang galau, presiden jokowi juga boleh galau tentang permasalahan di negeri ini, yang memang sangat komplit dengan berbagai masalah, misalnya korupsi yang sulit diberantas, pertengkaran antar partai, serta bencana yang dibuat-buat seperti asap kabut di sumatera adalah beban dari seorang presiden, termasuk beban masyarakat juga.


Tentunya, semua masyarakat Indonesia menginginkan kehidupan yang sejahtera. Namun inilah hidup, ada susah dan ada bahagia, ada kalanya santai ada kalanya serius. Karena inilah kehidupan. Semua orang boleh menghina presiden, semua orang boleh merendahkan presiden, tetapi ingat, hidup kita bukan tergantung pada presiden, tetapi diri sendiri dan Tuhan.

Sumber foto: merdeka.com
Apapun sangkaan terhadap preseiden, hanya akan memperburuk hati masing-masing individu, hanya akan terkotori dengan hanya mengumpatnya. Untuk itu, bersihkan diri agar tidak masuk ke dalam penyakit dengki yang berakibat liver.


Sedangkan kegalauan presiden adalah wajar, sebab dia hanyalah manusia biasa yang hidup seperti layaknya manusia lainnya. Bedanya dia memiliki kewenangan ditangannya, jika salah mengambil keputusan bisa fatal. 

Baca Juga :