Jadi Jomblo Itu Tak Bisa Selingkuh, Tapi Bisa Jadi Selingkuhan

Namaku Riko umur 17 tahun, aku sekolah di MAN 2 Semarang, aku seorang jomblo yang bisa dikatakan dari segi wajah tidak begitu jelek, tapi parah dari penampilan pun aku termasuk cowok cool di sekolahan, dan itu membuat semua wanita ingin mendekatiku preeet. Bagiku, menjadi jomblo itu sangat enak, enaknya kita bisa jalan sama siapa saja termasuk dijadikan selingkuhan, tapi tak enaknya, kita tak bisa selingkuh kan jomblo, mana bisa selingkuh.
Sumber foto: miccostumes.com
Aku mau sedikit cerita nih, tentang kesengsaraanku keberuntunganku menjadi jomblo di sekolah, ceritanya begini. 

Suatu pagi di sekolahan, kulihat seorang cewek cantik sedang berjalan di sela-sela cewek jelek rimbunnya dedaunan taman untuk menuju kantin. 

Saat itu, aku bersama temen-temenku melihatnya dari kejauhan, tepatnya di depan kelas. Anto salah satu temenku bilang, "siapa yang tahu BBMnya, nanti aku belikan rokok es krim." Karena aku merasa bisa, langsung saja aku timpali pertanyaannya itu, "aku bisa to, kapan bayarnya?" "Belum kerja kok minta gajian, dasar jomblo." sahut anto 

Memang sih aku akui, semua temenku sudah berpacar, cuman tinggal aku seorang. Jadi aku beranikan diri untuk mencoba tekadku untuk mencari tahu BBMnya.

Kulangkahkan kakiku ke kantin dengan berat, lalu aku coba menyapanya dikeramaian kantin. "Hai cewek, boleh minta nomer Hp-nya?" 

"Waduh! Semua wajah-wajah di kantin melihatku," batinku.

"Maaf, kamu siapa ya? Belum kenal kok minta Pin, dasar tak tahu malu!" jawabnya ketus.


Mendengar jawaban si cewek itu, hatiku pecah seperti piringnya embok di rumah.

Aku segera keluar dari kantin menuju teman-temanku di depan kelas. "Gimana ko, sudah dapat nomernya?" tanya wardi yang dari tadi duduk sambil jongkok di sebelah anto.

"Ya sudahlah, kan aku jomblo kompeten. Tapi nanti dulu, kata si cewek tadi, aku harus nunggu sampai pulang sekolah." 

Okelah, nggak apa-apa.

*****

Akhirnya pulang sekolah, aku menghadangnya di gerbang pintu sendirian.

"Itu dia sudah datang, waktunya balas dendam," batinku sambil menggenggam tangan erat.

"Hai kamu, maaf kesalahan tadi ya, aku terpaksa melakukannya, habisnya temen-temenku pada jahil kok, mereka menyuruhku untuk berkenalan denganmu, kata mereka aku harus punya cewek, kalau nggak punya cewek, nanti aku nggak bisa tahun barunan bareng mereka." tanyaku cerewet.


"Huh! itu tanya apa ceramah. Oh iya, tadi aku malu tahu dilihatin orang sekantin. Yasudah, nih aku kasih pinku aja. aku pulang dulu ya." pamitnya pergi menuju seorang cowok pakai motor CBR.

Ternyata dia sudah punya pacar, tapi tidak apa-apa. Aku masih punya slogan jitu, jadi jomblo memang tak bisa selingkuh, tapi bisa dijadikan selingkuhan. 
Akhirnya aku pulang ke rumah, kemudian meng-BBMnya. Pembicaraan kita berdua sudah sangat akrab, karena mulai dari pukul 2 siang sampai 5 sore, saling bersaut-sautan pesan. Nah, disitu aku mulai berfikir kalau dia sudah suka sama aku, maka di malam harinya aku nembak dia lewat BBM.

"Dir, aku tahu kamu sudah punya pacar, tapi bisa nggak beri aku makanan harapan? atau bisa jadi TTMman juga nggak apa-apa." tembakku waktu itu.

"Maaf ko, aku sudah punya pacar, aku tak bisa selingkuh dengan siapapun selain pacarku. Daripada kamu nyesel, mending hapus kontak BBMku ya." tukasnya.

Sejak malam itu kita putus, karena aku putuskan untuk memutuskan hubungan dengan Dira. Lalu, sloganku tentang "jadi jomblo tak bisa selingkuh, tapi bisa jadi selingkuhan" itu hanya terikat untuk pria yang ganteng saja, aku tidak. Sungguh kasihan ya aku ini. :D 

Baca Juga :