Benarkah Galau itu Wajar

Perasaan manusia silih berganti seiring dengan perkembangan umur dan sosial, terlebih bagi mereka kawula muda. Datangnya perasaan seperti, senang, sedih dan gundah akan membuat sebagian dari mereka menjadi bingung dengan keadaan hatinya. Alhasil, mereka akan termenung sendiri dan tak bisa berfikir logis.

Benarkah Galau itu Wajar
Sumber foto: ceritaoka.wordpress.com

"Galau", satu kata yang tengah populer di kalangan anak muda Indonesia saat i. Galau juga bisa diartikan sebagai kacaunya pikiran dan kebimbangan memikirkan sesuatu, seperti memilih pekerjaan, tak punya pacar, memilih pasangan hidup, kelebihan pekerjaan atau tak punya pekerjaan sama sekali. Ini yang membuat para galauwers tidak bisa berifikir normal layaknya orang biasa.


Sebenarnya semua orang pernah mengalami kegalauan, seperti presiden melihat kondisi negeri, pejabat yang tak kunjung naik gaji, karyawan yang tak naik jabatan, bahkan guru pun merakan galau saat tunjangan hari raya belum keluar dan sebagainya.

Galau itu berdurasi, baik sebentar atau tenggang waktu yang cukup lama. Tinggal bagaimana mereka menyikapi perasaan yang sedang melandanya itu. Semakin kuat kekuatan galau, maka akan semakin kuat pula perasaan sedih itu berada di bahunya. Alhasil, mereka akan terlihat lesu tidak semangat menjalani kehidupan.


Maka wajar saja, jika ada orang galau bersedih. Biarkan mereka menuntaskan kesedihannya, kemudian berikan beberapa masukan untuk sekedar mengalihkan kesedihannya. Walaupun kita tidak bisa menuntaskan masalahnya, tapi kita bisa membantunya untuk keluar ke penyakit galau tersebut. Karena dialah (orang galau) yang bisa menyelamatkan dirinya sendiri dari beribu-ribu kegalauan di sekitar kita.


Silahkan tentukan, apakah kita sudah siap menyambut berbagai masalah dengan segala konskuensinya?! Atau kita tidak siap dan terjerumus ke dalam lembah kegalauan? Fikirkan, kemudian kendalikan hal-hal yang setiap waktu akan mendatangi kita.

Baca Juga :