Bahaya Tunangan Terlalu Lama

Setiap waktu di kehidupan manusia, pasti pernah merasakan masa-masa menegangkan dan menyenangkan, termasuk menegangkannya menunggu pernikahan. Apalagi oleh banyak kepercayaan masyarakat, diwajibkan tunangan dahulu sebelum sah menikah. Sungguh, prosesi penantian yang membuat hati campur aduk. Bayangkan saja, sekian lama berpacaran dan sudah saling mengerti satu sama lain, kemudian masih harus menunggu pernikahan. Tak jarang, mereka yang bertunangan akan berbuat macam-macam, seperti hubungan badan sebelum sah menjadi suami istri.
Sumber foto: www.tribunnews.com
Penantian dalam menunggu pernikahan itu juga membuat para pelaku tunangan resah, bahkan ada yang menghentikan pertunangan gara-gara tertarik pada orang lain. Miris memang melihat kejadian seperti itu, alangkah lebih baiknya mempercepat akad pernikahan agar tidak timbul hal yang tidak diinginkan. Berikut ini, Spesialis Cinta akan meng-informasikan bahaya tunangan terlalu lama.


1. Pertunangan Gagal

Pernikahan yang disahkan oleh agama dan negara saja bisa pupus di tengah jalan, apalagi hanya pertunangan. Pelaku pertunangan sebaiknya memikirkan ulang kesepakatannya itu sebelum terjadi kegagalan berkelanjutan. Seperti contoh, banyak selebritis gagal tunangan hanya pertengkaran sepele, dan tak jarang pula orang yang mengerti agama sekalipun mengalami kegagalan. Maka, oleh agama sebaiknya menyegerakan pernikahan.


2. Pertunangan Ditunda


Penundaan atas pernikahan pun seringkali kita dengar, apalagi acara pernikahan yang hanya menghitung hari. Tak ayal pasangan merasakan kegalauan terbesar dalam hidupnya, yang harus menunggu dalam waktu lama. Ini juga bisa menyebabkan depresi yang berdampak pada psikologi.


3. Ada Orang Lain Dihati


Di dunia pekerjaan sekarang ini, banyak sekali cinta tumbuh dari seringnya bertemu di kantor. Banyak kasus juga, kalau ada perselingkuhan diantara pegawai bertindak asusila, atas dasar suka sama suka. Walaupun kebanyakan dilakukan oleh mereka yang sudah menikah, tapi ada juga yang masih dalam masa tunangan. Mereka beranggapan, "toh nanti juga menikah sama tunanganku, dan hubungan ini untuk yang terakhit kali." Bahaya sekali bukan.


4. Pemikiran Labil


Bagi mereka yang masih berfikiran labil, biasanya ketika ada masalah dan sukar untuk diselesaikan, mereka akan memilih untuk menyudahi pertunangan itu. Tragis memang, tapi inilah jalan daripada pemikiran labil itu sendiri. Maka upayakan untuk selalu belajar dari kesalahan menjaga hati dan sikap jika tidak mau terjadi batalnya pertungaan.


5. Bosan Menunggu


Merasa bosan tentu dirasakan para calon suami istri yang masih dalam taraf tunangan. Kebosanan itu muncul manakala ada masalah dan mengharuskan ada solusinya, namun, sayangnya tak ada yang bisa memecahkan masalah itu dan berakhir batalnya pertunangan. Segeralah untuk menikah, dan jangan berlama-lama menggantungkan tunangan hanya ingin menyiapkan diri anda. Jika anda sudah yakin, maka segerakan menikah itu akan menjadi barakah.


Baca juga: Pertimbangan Sebelum Menikah Yang Wajib Anda Ketahui.

Baca Juga :